Fakta Tentang Orang Etnis Rohingya Yang Harus Kalian Tau

Posted on

Saudara kita di Myanmar yang dibantai dan di asingkan tersebut memang menimbulkan konflik dari berbgaai banyak pihak. Tidak sedikit masyrakat muslim yang menyuarakan dukungan atas yang terjadi di Rohingya tersebut.

Memang kita beda negara dengan saudara kita yang ada di sana. Tapi, sesame manusia kita harus selalu bersama dan membantu jika ada yang kesusahan. Inilah fakta tentang etnis Rohingya yang harus di ketahui oleh banyak orang.

1. Berasal dari Bangladesh. Aslinya, Rohingya tuh penduduk di perbatasan Banglades-Myanmar yang tinggal di wilayah yang dulunya merupakan Kerajaan Arakan, wilayah paling Barat Myanmar, sejak abad ke-15. Perpindahannya terjadi tepat pada masa Kolonialisme Inggris di wilayah tersebut. 

Fisik orang Rohingya mirip banget orang India sementara orang Myanmar cenderung kemelayu-melayuan. Kepercayaan yang dianut juga jelas berbeda. Rohingya penganut Islam sementara mayoritas orang Myanmar penganut Buddha.

2. Tidak diakui sejak Myanmar merdeka. Status kewarganegaraan orang-orang Rohingya sama sekali gak diakui pemerintah sejak Myanmar merdeka 4 Januari 1948. Secara politis, Rohingya gak termasuk sebagai 135 kelompok etnis yang diakui kewarganegaraannya. Pemerintah bersikeras, penduduk Rohingya dicatat sebagai imigran gelap asal Bengal (Kawasan Asia Selatan).

3. Bahkan nama Rohinya juga tidak diakui. Jangankan para penduduknya, nama “Rohingya” pun gak diterima para ultra nasionalis Myanmar. Soalnya, ada nama kerajaan bersejarah khas Myanmar yang dipakai di kata “Rohingya.”

4. Fasilitas sangat terbatas. Selain harus menetap khusus di Rakhine, warga Rohingya juga dilarang nyari kerja, bersekolah, menikah, dan hak-hak dasar lain yang biasa diperoleh warga negara. Karena itu, wilayah Rakhine termasuk area paling miskin dan terbelakang di Myanmar.

5. Kabur lewat jalur laut. Sebagian orang Rohingya yang putus asa sama perlakuan di Myanmar bahkan nekat jadi imigran gelap ke negara lain. Mereka menyewa kapal motor penyelundup dan berlayar ke berbagai negara, termasuk ke Malaysia juga Indonesia. Namun sayang, di tempat baru pun mereka hanya berstatus pengungsi. Bukan warga negara. 

Sayangnya, mereka gak bisa sembarangan masuk negara orang lain. Makanya, kebanyakan terombang-ambing di laut dan berharap pada bantuan kemanusiaan yang dikirim lewat udara atau laut.

Gravatar Image
Game is a life