Mengaku Calon Pendeta, Pemuda Baganbatu Ini Mengotori Remaja Putri di Kebun Sawit

Posted on

Diduga berpura-pura sebagai calon pendeta, seorang pemuda berinisial NA warga KM 36 Balam kecamatan Balai Jaya atau pemuda Baganbatu menodai remaja putri di kebun sawit, sebut saja Melati, warga Balam, kecamatan Balai Jaya, Rokan Hilir (Rohil).

Menurut informasi yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber menyebutkan, aksi asusila tersebut dilakukan tersangka pada Kamis (12/10) malam lalu di kebun kelapa sawit yang ada di sekitaran KM 37 Balai Jaya, kecamatan Balai Jaya.

Menurut keterangan Tante korban, SS kepada awak media, peristiwa yang menimpa kemanakannya tersebut bermula pada Kamis (12/10) sekitar pukul 22.00 wib tersangka datang ke tempat kerja korban dengan maksud menjemputnya.

“Malam itu dia (tersangka, Red) datang menjemput korban dengan cara mendatangi tempat kerjanya dengan alasan ingin mengajak korban bertemu dengan pendeta yang ada di Balam. Karena selama ini dia selalu mengaku calon pendeta, maka korban pun menurut dan tidak menaruh curiga sama sekali,” ujar SS kemarin. 

Namun menurutnya, pengakuan calon pendeta yang digunakan oleh tersangka ini justru diduga kuat hanya untuk mendekati korban. “Ya karena calon pendeta itu kan selalu identik dengan orang baik, itu makanya kemanakan saya itu menuruti ajakannya.

Namun mungkin sebelumnya memang sudah ada niat jelek dari tersangka, sehingga dia selalu menggunakan berbagai cara agar bisa dekat dengan kemanakan saya itu,” terangnya kembali.

Hal ini, lanjutnya lagi terbukti ketika tiba di sekitar KM 37 tersangka justru membawa korban masuk kedalam kebun sawit.

Sesampainya di dalam kebun sawit, tersangka langsung mengeluarkan pisau dan mengancam akan membunuh korban jika tidak mau melayaninya. “Karena takut dengan ancaman itu, maka kemanakan saya itupun pasrah memyerahkan mahkotanya kepada tersangka,” ungkap SS kembali.

Ironisnya, setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya itu, korban kembali mendapatkan perlakuan lain dari tersangka. “Sesudah itu tersangka kembali mengambil HP dan uang kemanakan saya sebesar Rp 65 ribu. Dan setelah itu tersangka langsung pergi,” tuturnya lagi.

Pasca kejadian itu dan sesuai dengan kesepakatan keluarga, akhirnya korban pun melaporkan kepada pihak kepolisian.

Gravatar Image
Game is a life