Difteri

Mengenal Lebih Jauh Tentang Difteri yang Sedang Mewabah di Indonesia

Posted on

Difteri, penyakit menular akibat kuman Corynebacterium Diptheriae kembali mewabah. Hingga November 2017, 11 provinsi melaporkan kejadian luar biasa difteri dan 32 kasus di antaranya meninggal dunia.

Ngumpet

Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya ada 95 kab/kota di 20 provinsi yang melaporkan terjadinya kasus Difteri. Kondisi ini mengkhawatirkan karena ditengarai penyebabnya kengganan orangtua memberikan imunisasi pada anak.

Anak

Ini gambaran penderita Difteri yang sedang mewabah. Standing Applouse buat yang Anti Vaksin, karena sukses membangunkan mumi yang sudah dikubur.

Difteri yang telah bertahun-tahun hilang dan nyaris punah, kini muncul kembali dan menjadi Kejadian Luar Biasa di Jabodetabek. Bukan tidak mungkin akan mewabah ke tempat lain jika ANTI VAKSIN masih mendoktrin para orang tua lugu.

Deteksi

Salah satu tanda pada Difteri adalah seperti digambar. Pada stadium lanjut, selaput putih itu akan menutupi seluruh tenggorokan sehingga penderitanya tisak bisa nafas. Jika hal ini terjadi, makan dokter harus membuat jalan nafas lai dengan melubangi leher.

Sakit

Waspadai gejala Difteri :

– Seluruh tubuh: demam, kelelahan, malaise atau panas dingin
– Pernapasan: bernapas secara bising atau napas pendek

Imunisasi
– Kulit: ruam atau ulkus
– Ucapan: serak atau suara terganggu
– Tenggorokan: kesulitan menelan atau pegal

Suntik
– Juga umum: batuk, otot lemas, pembengkakan, pembengkakan kelenjar getah bening atau pilek

Jika tak mau itu menular pada keluarga kita, segera ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi tambahan untuk Difteri.

Disuntik

– Dikutip dari Cnnindonesia.com dan Cicilia Coprina

Gravatar Image
Berusaha. Semua pasti akan terwujud.